MADIUN -- Arus balik hari raya Idul Fitri melalui jalur kereta api dipastikan meningkat drastis. Buktinya, tiket arus balik mulai H + 1 hingga H + 10 yang disediakan PT. KAI saat ini telah habis.
Padahal, masih banyak warga yang setiap hari datang ke stasiun menanyakan tiket tambahan. ''Melihat kondisi tersebut, kami memprekdisikan peminat kereta jauh lebih banyak dibandingkan yang sudah beli tiket,'' terang Eko Budiyanto, Kepala Humas PT KAI Daop VII, kemarin (20/9).
Menurut Eko, untuk mengantisipasi pengguna jalur kereta yang keleleran, pihaknya menyiapkan kereta tambahan. Ada tujuh gerbong kereta tambahan yang disiapkan PT KA. Yakni, empat gerbong kelas ekonomi dan tiga gerbong kelas eksekutif.
Khusus untuk gerbong ekonomis, diperkirakan mampu mengangkut sekitar 100 penumpang.sedang kereta eksekutif hanya berkapasitas sekitar 70 orang. ''Sementara baru itu yang kami siapkan dan yang gerbongnya benar-benar siap di Madiun,'' katanya.
Meski saat ini gerbong tambahan sudah siap di Madiun, Eko mengaku pihaknya belum membuka penjualan tiket. Penjualan baru dilakukan H + 3 lebaran. ''Kereta itu baru dioperasikan jika benar-benar dibutuhkan. Kalau dibuka saat ini justru nanti tidak tepat sasaran,'' ujarnya.
Selain kereta tambahan, menghadapi arus mudik dan arus balik, PT KA juga menyiapkan posko lebaran. Pos yang melayani informasi, kesehatan dan berbagai pelayanan itu di tempatkan di seluruh stasisun wilayah Daop VII. ''Rencannya H - 7, pos sudah siap hingga nanti H + 7 lebaran,'' tambahnya.
Untuk memastikan kesiapan gerbong tambahan, Eko dan beberapa jajaran PT KAI melakukan sidak ke stasiun. Mereka melihat kondisi kereta tambahan lebaran. Baik yang kelas ekonomi maupun eksekutif. ''Semuan kondisinya bagus dan siap di operasionalkan setiap saat. Dan semoga saja tambahan ini bisa membantu kelancaran arus lebaran mendatang,'' pungkasnya. (dhy/rif)